Aku Lahir Sebagai Katolik, Lalu Kristen, dan Sekarang Aku Seorang Muslim

Kurang - lebih setahun sehabis subcomandante marcos membacakan deklarasi kesatu dan juga hukum revolusioner di hutan lacandon, negeri penggalan chiapas, meksiko, mohammed nafia terbang dari granada, spanyol, dan juga menginjakkan kaki kesatu kali di negara sombrero.

“mereka mau mengambil tanah kita, sampai - sampai tidak terdapat lagi tempat berpijak buat kaki kita. mereka mau mengambil alih sejarah kita, sampai - sampai dunia hendak melupakan kita. mereka menginginkan kita seluruh mati, ” kata subcomandante marcos kepada anak buahnya. sepanjang sebagian bulan, nafia alias aureliano lopez yruela mengklaim, menunggu marcos, pemimpin kelompok gerilyawan tentara pembebasan nasional zapatista, keluar dari belantara hutan lacandon. melalui perantara, nafia pula melayangkan tulisan kepada si comandante.

“kami dari gerakan murabitun dunia mengundang kamu buat duduk berbarengan perwakilan dari chechnya, kashmir, baque, dan juga negeri lain yang terdapat di garda depan perjuangan melawan tirani, ” nafia menuliskan, dilansir ibtimes. tetapi marcos, pemimpin perlawanan rakyat chiapas, tidak sempat timbul dan juga tidak sempat menjawab tulisan nafia.

gerakan murabitun didirikan oleh abdul qadir as - sufi, muslim asal skotlandia, pemimpin tarekat darqawi - shadhili - qadiri. saat sebelum memeluk islam, abdul qadir bernama ian dallas.

nafia kandas membujuk marcos bekerja sama, tetapi ia sukses dalam urusan lain. mulai hari itu, islam masuk ke jantung kelompok zapatista. dikala ini diperkirakan terdapat lebih dari 500 muslim dari suku maya tzotzil, salah satu pendukung utama kelompok perlawanan zapatista.

semenjak masih anak muda, anatasio gomez bergabung dengan zapatista dan juga turut masuk ke belantara hutan lacandon. pada 1996, oleh bapaknya, manuel gomez, anatasio dimohon tiba ke ceramah nafia. tidak lama sehabis tiba ke kegiatan murabitun, anastasio mengucapkan syahadat, ”tak terdapat tuhan tidak hanya allah, kalau muhammad merupakan utusan allah. ”

saat ini anatasio telah bersalin nama jadi ibrahim. berbarengan sebagian muslim dari suku tzotzil, ibrahim sudah menunaikan ibadah haji sebagian tahun kemudian. kepada der spiegel sebagian tahun kemudian, dengan penuh gairah ibrahim gomez, 33 tahun, menuturkan pengalamannya sepanjang di tanah suci.

“dalam islam, ras sama sekali tidak jadi permasalahan, ” kata ibrahim. tidak hirau ia generasi suku tzeltal, tzotzil, ch’ol, tojolabal, zoque, ataupun generasi eropa, seluruh tidak terdapat beda.

di chiapas, daerah termiskin di meksiko, suku - suku asli serupa tzotzil benar malah tidak jadi tuan di tanahnya seorang diri. mereka malah jadi masyarakat “kelas dua” dalam seluruh perihal. keadaan seperti itu yang membikin suku - suku miskin ini turut angkat senjata berbarengan zapatista melawan pemerintah meksiko.

sehabis jadi mualaf, ibrahim mengajak puluhan anggota keluarga dan juga saudara dari suku tzotzil memeluk islam, tercantum kakeknya yang sudah berusia 100 tahun. “selama bertahun - tahun, dia terus berpindah dari satu agama ke agama lain…. saat ini ia sudah menciptakan kedamaian berbarengan allah, ” kata ibrahim.

di antara 5, 2 juta masyarakat chiapas, penganut islam benar cuma sebagian butir pasir di tengah lautan pasir. lebih dari setengah masyarakat chiapas masih senantiasa dekat dengan gereja katolik, dan juga sebagian lagi bergabung dengan gereja - gereja kristen protestan, yang gempar tumbuh di chiapas semenjak 1970 - an.

saat sebelum memeluk islam, sebagian besar anggota suku maya tzotzil pula sempat jadi jemaah gereja katolik ataupun kristen protestan. serupa manuel gomez, semisal. “aku lahir bagaikan seseorang katolik, setelah itu bergeser ke kristen presbyterian, dan juga saat ini saya seseorang muslim, ” kata manuel kepada guardian.

saat ini manuel menghadirkan diri bagaikan muhammad dan juga ia menunaikan salat 5 kali satu hari. istrinya, noura, dahulu bernama joana, menggunakan kerudung dipadukan dengan baju tradisional tzotzil. “tak terdapat permasalahan untuk kami meninggalkan sebagian tradisi para leluhur, ” ucap manuel. sudah 2 kali ia menemukan undangan dari gerakan murabitun buat berangkat ke tanah suci. sepanjang 64 tahun hidupnya, tidak sekali juga manuel melangkahkan kaki keluar dari chiapas.

pada mulanya, ajaran islam, bagi salvador lopez, merasa asing untuk kepercayaan mereka. maklum aja, seumur - umur, tidak terdapat seseorang juga muslim yang ia dan juga sahabatnya tahu. saat sebelum jadi mualaf, salvador bekerja bagaikan dukun penyembuh bila kampungnya disergap wabah.

“pertama, anak perempuannya wafat. setelah itu ibunya menyusul, diiringi anak laki - lakinya, ” salvador menuturkan kisahnya kepada al - jazeera. buat mengusir penyakit, ia mencampurkan tata cara tradisional maya dengan doa - doa. tiap kali wabah tiba, salvador hendak berangkat ke gereja buat berdoa untuk kesembuhan orang - orang di kampungnya, chamula, di pinggiran kota san cristobal. “tapi mereka seluruh mati…. kayaknya doaku kurang ampuh. ”

ia pernah bergabung dengan kelompok perlawanan zapatista dan juga beralih - alih agama. dalam agama, salvador mencari jawaban dari rupa - rupa perkaranya, pula berharap memperoleh kedamaian. “pastor menyuruhku menyudahi mabuk dan juga membagikan kitab injil. tetapi hatiku masih sulit menerima, ” kata salvador. kala nafia tiba ke chiapas dan juga sebagian sahabatnya memeluk islam, salvador mulai belajar agama baru. bagi salvador, terdapat sebagian kemiripan tradisi islam di timur tengah dengan kerutinan suku maya.

“orang muslim makan berbarengan. mereka menyimpan santapan dalam piring besar di tengah - tengah dan juga seluruh orang makan dengan tangan telanjang. kakekku dahulu makan serupa itu, ” kata salvador. pengaruh budaya dari barat membikin salvador makan dengan sendok dan juga garpu. “tapi saat ini saya berulang pada tradisi lama, makan berbarengan dalam satu piring besar. ”

hidupnya pula berbeda. salvador saat ini menghindari minuman beralkohol dan juga berdagang di dekat masjid kecil di kampungnya. keluarga jadi fokus hidupnya.




(sumber: detik. com)

wdcfawqafwef