SUBHANALLAH, Karena Diremehkan Orang!! Orang Ini Pura-pura Jadi Tukang Becak Untuk Sedekah 300 Juta

Pemikiran manusia acapkali tertuju pada penampilan ataupun harta yang nyata dipakainya. manusia lebih menghargai mereka yang menaiki mobil elegan, berbusana mahal dan juga penampilan raga yang rupawan.


sedangkan itu, orang yang mempunyai raga tidak sangat rupawan, harta yang tidak seberapa dan kendaraan yang apa terdapatnya acapkali jadi buah ejekan terlebih lagi hinaan. sementara itu manusia tersadu dalam pemikiran allah merupakan manusia yang mempunyai akhlak dan juga ketakwaan yang baik.

terkisah di suatu wilayah perkotaan yang tengah merancang pembangunan masjid, pengurus masjid ketiadaan dana dalam menggapai pembangunan tersebut. seluruh upaya yang dicoba sudah dikerahkan sekuat tenaga, tetapi cuma sedikit aja masyarakat yang ingin menyumbang dan juga itu juga dalam jumlah dana yang kecil sampai - sampai pembangunan yang harusnya dapat beres dalam waktu yang kilat kesimpulannya wajib ditunda dulu karna ketiadaan dana.

di tengah kebimbangan tersebut, kepala panitia pembangunan masjid dikunjungi oleh seorang yang memakai baju yang seadanya. sang kepala panitia lekas menanggapi salam dan juga menengok dulu dari jendela siapakah gerangan yang berkunjung ke rumahnya tersebut. dengan watak orang perkotaan yang sedikit memandang modul, sang kepala panitia tersebut cuma fokus mengecek apakah tamu yang tiba kepadanya memakai kendaraan serupa mobil ataupun motor.

tetapi warnanya tamu yang tiba tersebut tidak memakai kendaraan whatever dan juga pernah terbesit dalam benak sang empunya rumah, “untuk apa sih orang miskin tersebut tiba kesini? ”

karna benar tamu tersebut sudah terdapat di depan pintu, kesimpulannya sang kepala panitia mempersilakannya buat masuk dan juga menyuruhnya buat duduk. sehabis sebagian menit menanyakan tentang kedatangannya ke kediaman kepala panitia pembangunan masjid, kesimpulannya tamu tersebut bertanya, “kira - kira berapa dana yang diperlukan pak buat pembangunan masjid tersebut? ” karna terasa kalau tamunya tidaklah orang kaya, dengan ketus dan juga sedikit menyepelehkan, sang kepala panitia mengatakan, “sekitar 300 jutaan sih. ”

sehabis memperoleh jawaban yang diinginkannya, kesimpulannya tamu tersebut berpamitan dengan sebelumnya membagikan no ponsel miliknya. dia berpesan kepada kepala panitia, “pak kalo dapat esok ataupun lusa luangkan waktu buat tiba ke kantor agama buat mengurusi surat - surat pembangunan. tetapi saat sebelum itu hendaknya ayah menelepon aku terlebih dulu ke no ini. insyaallah mudah - mudahan terdapat rezeki buat pembangunan tersebut. ”

walaupun pernah sedikit tidak yakin, tetapi sang kepala panitia mengiyakan dan juga malam harinya dia mengatakan kepada panitia yang lain tentang kehadiran tamu yang dialaminya sore tadi. sebagian dari panitia tersebut terdapat yang mengatakan ketus, “sudahlah jangan urusin orang itu. perkenankan aja. coba, darimana orang tersebut dapat mampu duit segitu buat pembangunan masjid kita ini? ”

karna omongan sebagian rekannya tersebut, si kepala panitia kesimpulannya memutuskan buat tidak tiba ke kantor agama besok harinya.

siang harinya, dengan idzin allah seseorang masyarakat yang sekalian jamaah yang terdapat di situ mau mengambil suatu mobil di show room dan juga mau ditemani oleh si kepala panitia. hingga berangkatlah mereka berdua ke show room yang nyatanya bersebelahan dengan kantor agama.

dikala telah tuntas mengurus transaksi pengambilan mobil, mereka berdua juga beranjak kembali. dikala memandang ke arah kantor agama, kepala panitia terasa penasaran dan juga mengatakan kepada rekannya tersebut, “gimana bahwa kita tiba saja ke kantor agama da menelepon tamu yang kemarin? ” walaupun pernah ragu, kesimpulannya rekannya tersebut mengiyakan pula.

“assalamualaikum pak ! gimana jadi ingin menyumbangkan buat pembangunan masjid yang kemarin? aku tunggu ayah hingga jam 11 cocok. bila ayah terlambat, aku tidak hendak menunggu karna aku banyak urusan. ” begitulah statment kepala panitia tersebut dikala menelepon tamu yang kemarin tiba ke rumahnya.

dikala jam menampilkan jam 11 lebih 5 menit, keduanya berinisiatif buat kembali. tetapi dari kejauhan nampak wujud tamu yang kemarin tiba dan juga tengah menaiki becak mendatangi kantor agama.

dia juga mengatakan, “maaf pak aku sedikit telat. ayo kita bersama langsung masuk aja ke kantor agama. ” mereka juga masuk dengan didahului oleh tamu tersebut.

dikala berposisi di rubrik yang dituju, tamu yang telah ditunggu oleh kepala panitia dan juga rekannya tersebut langsung keluarkan duit dari tasnya dan juga menyuruh kepada petugas kantor agama supaya lekas menghitungnya dan juga membikin kwitansi serah terimanya. dengan santai dia mengatakan, “tulis aja sumbangan ini atas nama hamba allah dan juga tidak harus menuliskan nama aku. pencatatan ini benar dibutuhkan bagaikan arsip dan juga benar allah menyuruh supaya tiap transaksi haruslah dicatat, terlebih menyangkut harta barang. ”

yang amat membikin kedua panitia pembangunan masjid kaget merupakan jumlah duit yang dikeluarkan oleh orang tersebut yang berjumlah 300 juta rupiah. dengan sedikit kerasa malu bercampur rendah diri, keduanya menundukkan pemikiran karna kemarin dan juga cocok tiba tadi mereka pernah menyepelehkan orang tersebut yang dikira orang miskin.

tetapi sehabis diselidiki, nyatanya wujud simpel tersebut merupakan seseorang pengusaha kebun kopi yang sudah mempunyai kekayaan melimpah tetapi senantiasa tidak sombong dengan kekayaannya.

subhanallah.. . . mudah - mudahan allah mengkaruniakan rezeki yang melimpah kepada kita seluruh tanpa sedikit juga membikin kita jauh dari beribadah kepadanya dan mudah - mudahan dijauhkan dari perilaku bermewah - mewahan hendak titipan allah tersebut.

mudah - mudahan pula allah mensterilkan hati kita dari memandang seorang karna modul yang dimilikinya di dunia karna sebaik - baik harta merupakan amal shaleh dan juga ketakwaan yang hendak dibawa sampai mati. amiin





(sumber : kabarmakkah. com)

wdcfawqafwef