Jika Manusia Tahu Dibalik Sakit Itu, Pasti Orang Akan Gembira Saat Sakit

Kenapa sakit aku tidak sembuh - sembuh? ” ”mengapa sakit aku sedemikian beratnya? ” “kenapa mesti aku yang sakit? ” bisa jadi inilah sebagian perkataan ataupun bisikan setan yang terbesit dalam hati orang yang sakit. butuh kita tahu kalau sakit menggambarkan takdir allah dan juga bagi akidah (keyakinan) seseorang muslim yang beriman kalau seluruh takdir allah itu baik dan juga terdapat hikmahnya, berikut ini tulisan ringkas yang senoga dapat menerangkan hati orang - orang yang sakit yang selayaknya mereka bergembira

sakit merupakan tes, cobaan dan juga takdir allah
sebaiknya orang yang sakit mengerti kalau sakit merupakan tes dan juga cobaan dari allah dan juga butuh betul - betul kita tanamkan dalam kepercayaan kita yang sedalam - dalamya kalau tes dan juga cobaan berbentuk hukuman merupakan ciri kasih sayang allah. nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ،
فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ

“sesungguhnya pahala yang besar didapatkan lewat cobaan yang besar pula. apabila allah menyayangi seorang, hingga allah hendak membagikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) hingga allah hendak meridhoinya dan juga barangsiapa yang murka (menerimanya) hingga allah murka kepadanya. ”

dan juga dia shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا
وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“apabila allah menginginkan kebaikan untuk seorang hamba, hingga allah menyegerakan siksaan menurutnya di dunia”

ayo renungkan hadits ini, apakah kita tidak mau allah menghendaki kebaikan kapada kita? allah segerakan hukuman kita di dunia dan juga allah tidak menghukum kita lagi di akhirat yang pastinya hukuman di akhirat lebih dahsyat dan juga berlipat - lipat ganda. dan juga butuh kita sadari kalau hukuman yang allah turunkan menggambarkan akibat dosa kita seorang diri, salah satu wujud hukuman tersebut merupakan allah menurunkannya berbentuk penyakit. allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَْ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ
قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَْ أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ
مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

dan juga begitu hendak kami bagikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, ketiadaan harta, jiwa dan juga buah - buahan. dan juga berikanlah berita gembira kepada orang - orang yang tabah, (ialah) orang - orang yang apabila ditimpa bencana, mereka mengucapkan: ”innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. mereka seperti itu yang memperoleh keberkatan yang sempurna dan juga rahmat dari rabbnya, dan juga mereka seperti itu orang - orang yang menemukan petunjuk.

tes pula menggambarkan takdir allah yang harus diterima minimun dengan kesabaran, alhamdulillah bila sanggup diterima dengan ridha terlebih lagi kerasa syukur. seluruh manusia tentu memiliki tes tiap - tiap. tidak terdapat manusia yang tidak sempat tidak menemukan tes dengan hadapi kesulitan dan juga kesedihan. tiap tes tentu allah timpakan setimpal dengan kandungan keahlian hamba - nya buat menanggungnya karna allah tidak membebankan hamba - nya di luar keahlian hamba - nya.

sakit manghapuskan dosa - dosa kita
orang yang sakit pula selayaknya terus menjadi bergembira mendengar berita ini karna kesulitan, kesedihan dan juga kerasa sakit karna penyakit yang dia rasakan hendak menghapus dosa - dosanya. nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيْبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ

“setiap muslim yang terserang bencana penyakit ataupun yang yang lain, tentu hendak hapuskan kesalahannya, sebagaimana tumbuhan menggugurkan daun - daunnya”

dan juga dia shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ، وَلاَ حَزَنٍ، وَلاَ وَصَبٍ،
حَتَّى الْهَمُّ يُهِمُّهُ؛ إِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ بِهِ عَنْهُ سِيِّئَاتِهِ

“tidaklah seseorang muslim tertusuk jarum ataupun suatu perihal yang lebih berat dari itu melainkan dinaikan derajatnya dan juga dihapuskan dosanya karenanya. ”

bergembiralah saudaraku, gimana tidak, cuma karna sakit tertusuk jarum aja dosa - dosa kita terhapus. sakitnya tertusuk jarum tidak sebanding dengan sakit karna penyakit yang kita rasakan saat ini. sekali lagi bergembiralah, karna dapat jadi dengan penyakit ini kita hendak bersih dari dosa terlebih lagi tidak memiliki dosa sama sekali, kita tidak memiliki timbangan dosa, kita jadi suci sebagaimana anak yang baru lahir. nabishallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ
حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

“cobaan hendak senantiasa mengenai seseorang mukmin dan juga mukminah, baik pada pribadinya, pada anaknya ataupun pada hartanya, sampai - sampai dia berjumpa dengan allah tanpa dosa sedikitpun. ”

hadits ini amat sesuai untuk orang yang memiliki penyakit kronis yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya dan juga putusan dokter berkata usianya tinggal hitungan minggu, hari terlebih lagi jam. dia takut penyakit ini jadi karena kematiannya. sebaiknya dia bergembira, karna dapat jadi dia menghadap allah suci tanpa dosa. maksudnya surga telah menunggunya. memandang besarnya keutamaan tersebut, pada hari kiamat nanti, banyak orang yang berandai - andai bila mereka ditimpakan bencana di dunia sampai - sampai menghapus dosa - dosa mereka dan juga dikasih pahala kesabaran. nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يَوَدُّ أَهْلُ الْعَافِيَةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَّ جُلُودَهُمْ قُرِضَتْ بِالْمَقَارِيضِ
مِمَّا يَرَوْنَ مِنْ ثَوَابِ أَهْلِ الْبَلاَءِ.

”manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dipotong - potong dengan gunting kala di dunia, karna mereka memandang betapa besarnya pahala orang - orang yang tertimpa cobaan di dunia. ”

gimana kita tidak gembira dengan berita ini, orang - orang yang ketahui kita sakit, orang - orang yang menjenguk kita , orang - orang yang melindungi kita sakit, nanti di hari kiamat amat mau terbaring lemah serupa kita tertimpa penyakit.

walaupun sakit, pahala senantiasa mengalir
bisa jadi terdapat sebagian dari kita yang tatkala tertimpa penyakit bersedih karna tidak dapat malakukan kegiatan, tidak dapat belajar, tidak dapat mencari nafkah dan juga tidak dapat melaksanakan ibadah tiap hari yang biasa kita jalani. bergembiralah karna allah nyatanya senantiasa menuliskan pahala ibadah untuk kita yang biasa kita jalani tiap hari. nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
إذا مرض العبد أو سافر كتب له مثل ما كان يعمل مقيما صحيحا

“apabila seseorang hamba sakit ataupun lagi melaksanakan safar, allah hendak menuliskan menurutnya pahala serupa dikala dia jalani ibadah di masa sehat dan juga tinggal. ”

subhanallah, kita lagi tiduran dan juga istirahat hendak namun pahala kita terus mengalir, terlebih yang membatasi kamu buat tidak bergembira wahai orang yang sakit.

seusai kesusahan tentu tiba kemudahan
allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراْْْ, إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً ً

“karena sebetulnya seusai kesusahan itu terdapat kemudahan, sebetulnya seusai kesusahan itu terdapat kemudahan. ”

ini menggambarkan janji allah, tidak sempat kita menemui manusia yang senantiasa terasa kesusahan dan juga kesedihan, seluruh tentu terdapat akhir dan juga ujungnya. allah menghasilkan seluruh suatu berpasangan, susah - senang, lapar - kenyang, kaya - miskin, sakit - sehat. salah satu hikmah allah menghasilkan sakit supaya kita dapat merasakan nikmatnya sehat. sebagaimana orang yang makan, dia tidak dapat menikmati kenyang yang begitu nikmatnya apabila dia tidak merasakan lapar, bila dia terasa agak kenyang ataupun kenyang hingga selezat whatever santapan tidak dapat dia nikmati. begitu pula dengan nikmat kesehatan, kita baru dapat merasakan nikmatnya sehat sehabis terasa sakit sampai - sampai kita tetap bersyukur, terasa bahagia dan juga tidak sempat melalaikan lagi nikmat kesehatan dan senantiasa memakai nikmat kesehatan dengan melaksanakan perihal yang berguna. nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“ada 2 kenikmatan yang kerap terlupakan oleh banyak orang: nikmat sehat dan juga waktu luang. ”

bersabarlah dan juga bersabarlah
kita hendak memperoleh seluruh keutamaan tersebut apabila bencana berbentuk penyakit ini kita hadapi dengan tabah. supaya kita mampu bersabar, sebaiknya kita mengingat keutamaan bersabar yang amat banyak. allah banyak mengatakan perkata tabah dalam kitab - nya.

berikut merupakan sebagian keutamaan bersabar:

tabah mempunyai keutamaan yang amat besar di antara lain:

1. memperoleh petunjuk

allah ta’ala berfirman:

“tidak terdapat suatu musibahpun yang mengenai seorang kecuali dengan izin allah; dan juga barangsiapa yang beriman kepada allah, tentu ia hendak berikan petunjuk kepada hatinya. dan juga allah maha mengenali seluruh suatu. ”

2. memperoleh pahala yang amat besar dan juga keridhaan allah

allah ta’ala berfirman,

“sesungguhnya cuma orang - orang yang bersabar dikasih pahala untuk mereka tanpa batasan. ”

3. memperoleh alamat kebaikan dari allah.

nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“apabila allah menghendaki kebaikan pada seseorang hamba - nya hingga ia menyegerakan hukuman menurutnya di dunia, lagi apabila allah menghendaki keburukan pada seseorang hamba - nya hingga ia menangguhkan dosanya hingga ia memenuhi balasannya nanti di hari kiamat. ”

4. menggambarkan anugrah yang terbaik

nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“tidaklah allah menganugrahkan kepada seorang suatu pemberian yang labih baik dan juga lebih luas daripada kesabaran. ”

hindarkanlah perihal ini kala sakit
kala sakit menggambarkan kondisi dimana seorang lemah raga dan juga psikologis terlebih lagi dapat membikin lemah iman. oleh karna itu kita mesti berwaspada supaya keadaan ini tidak di manfaatkan oleh syaitan. terdapat sebagian perihal yang wajib kita jauhi kala sakit.

1. berburuk sangka kepada allah ataupun terasa kecewa terlebih lagi marah kepada takdir allah.

nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“sesungguhnya allah azza wa jalla berfirman: saya setimpal dengan prasangka hamba kepada - ku, bila dia berprasangka baik, hingga saya hendak berbuat demikian terhadapnya. bila dia berprasangka kurang baik, hingga saya hendak berbuat demikian terhadapnya. ”

2. memberitahukan laporan sakit dan juga mengeluhkannya

menggambarkan salah satu ciri tauhid dan juga keimanan seorang kalau dia berupaya cuma mengeluhkan keadaannya kepada allah aja, karna cuma allah yang dapat merubah seluruhnya. kebalikannya orang yang banyak meringik menggambarkan ciri kalau imannya amat tipis. kita boleh mengabarkan kalau kita sakit namun tidak buat disebarluaskan dan juga kita kelauhkan kepada orang banyak

3. membuang waktu dengan melaksanakan pekerjaan yang percuma sepanjang sakit

semisal banyak menyaksikan acara - acara televisi, mencermati musik, membaca novel khayalan dan juga mistik, sebaiknya waktu tersebut di isi dengan muhasabah, merenungi, berdzikir, membaca al - quran dan juga lain - lain.

4. tidak mencermati kewajiban menutup aurat

perihal ini yang amat kerap dilalaikan kala sakit. meski sakit senantiasa aja kita berupaya menutup rambut/aurat kita sepanjang sakit sebisa bisa jadi. lebih - lebih untuk perempuan, dia harus melindungi auratnya semisal kaki dan juga rambutnya dan juga berupaya semaksimal bisa jadi supaya tidak dilihat oleh pria lain semisal perawat ataupun dokter laki - laki

5. berobat dengan yang haram

kita tidak boleh berobat dengan perihal yang haram, semisal dengan obat ataupun vaksin yang memiliki babi, berobat dengan air berkemih seorang diri karna allah telah menghasilkan obatnya yang halal.

nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“sesungguhnya allah merendahkan penyakit berbarengan obatnya, dan juga menghasilkan obat buat seluruh penyakit, hingga berobatlah, namun jangan memakai yang haram. ”

dan juga perbuatan haram yang amat beresiko merupakan berobat dengan menghadiri dukun mantra, dukun berkedok ustadz dan juga pakar sihir karna ini menggambarkan wujud kekafiran yang dapat keluarkan pelakunya dari islam dan kekal di neraka.

nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“barangsiapa yang menghadiri dukun, kemudian mempercayai apa yang dia ucapkan, hingga dia telah kafir terhadap ajaran yang diturunkan kepada nabi muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam”

bagaikan penutup tulisan ini, berikut jawaban dan jalur keluar dari allah yang langsung tertulis dalam kitab - nya menimpa sebagian keluhan yang timbul dalam hati manusia yang lemah.

–mengapa aku di uji (dengan penyakit ini) ?

“apakah manusia itu mengira kalau mereka dibiarkan (aja) berkata: ”kami telah beriman”, lagi mereka tidak diuji lagi? ” (qs. 29: 2)

“dan sebetulnya kami telah menguji orang - orang saat sebelum mereka, hingga sebetulnya allah mengenali orang - orang yang benar dan juga sebetulnya ia mengenali orang - orang yang dusta. ” (qs. 29: 3)

- mengapa aku tidak memperoleh apa yang aku mau (berbentuk kesehatan) ?

“boleh jadi kalian membenci suatu, sementara itu dia sangat baik bagimu, dan juga boleh jadi (pula) kalian menggemari suatu sementara itu dia sangat kurang baik bagimu; allah mengetahu, lagi kalian tidak mengenali. ” (qs. 2: 216)

- mengapa tes (penyakit) seberat ini?

“allah tidak membebani seorang melainkan setimpal dengan kesanggupannya. ” (qs. 2: 286)

- saya mulai frustasi dengan tes (penyakit) ini.

“janganlah kalian berlagak lemah, dan juga janganlah (pula) kalian bersedih hati, sementara itu kamulah orang - orang yang amat besar (derajatnya) , bila kalian orang - orang yang beriman. ” (qs. 3: 139)

- bagaimanakah aku menghadapinya?

“hai orang - orang yang beriman, bersabarlah kalian dan juga kuatkanlah kesabaranmu dan juga tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan juga bertaqwalah kepada allah biar kalian beruntung. ” (qs. 3: 200)

- apa yang aku miliki dari seluruh ini?

“sesungguhnya allah telah membeli dari orang - orang mu’min, diri dan juga harta mereka dengan membagikan surga buat mereka, ” (qs. 9: 111)

- kepada siapa aku berharap?

“cukuplah allah bagiku; tidak terdapat ilah tidak hanya ia. cuma kepada - nya saya bertawakal, dan juga ia merupakan rabb yang mempunyai ‘arsy yang agung”. (qs. 9: 129)

- saya sudah tidak mampu bertahan lagi dan juga menanggung beban ini!

“dan jangan kalian berputus asa dari rahmat allah. sebetulnya tiada berputus asa dari rahmat allah, melainkan kalangan yang kafir”. (qs. 12: 87)





(sumber: muslimafiyah. com)

wdcfawqafwef