Ternyata Orang yang Meninggal Bisa Melihat Keadaan Orang yang Masih Hidup, Berikut Penjelasannya!

Guratan pendek kang alawy ali yang sukses kami lansir dari talimulquranalasror berikut ini.

kemarin dikala membuka inbox, salah satu teman bertanya kepadaku, " mengapa sih bahwa menjelang ramadhan orang - orang banyak yang ke pemakaman? mengapa? "


saya jawab pendek, " kirim doa ".

bisa jadi dapat jadi terlintas persoalan lanjutan di hati teman kita tadi, " emangnya nyampe kiriman doa kita ke orang mati? emangnya ia ketahui apa bahwa kita kunjungi? "

dalam salah satu kitab (novel) yang mangulas perihal ini, novel bertajuk " ar - ruh " , penulisnya, ibnu qoyyim al - jauziyyah membeber banyak dalil kalau orang yang telah wafat dunia ketahui bila diziarahi dan juga menanggapi salam bila disalami. suatu hadits dari nabi menarangkan: " bila seorang berziarah kepada makam saudaranya, dan juga duduk dekat pusara saudaranya itu, hingga saudaranya yang telah wafat itu hendak terasa tenang dan juga menanggapi salamnya, hingga orang tadi berdiri berangkat meninggalkan pemakaman ".

terlebih lagi di halaman - halaman selanjutnya ibnu qoyyim menarangkan banyak komentar sekalian dalil kalau perbuatan dan juga aksi orang - orang yang masih hidup ditayangkan secara live kepada kerabatnya yang telah wafat dunia, bila mereka memandang amal keluarganya itu bagus, mereka hendak gembira dan juga senang.

hmm, oke, saat ini? apakah ruh - ruh orang yang telah wafat itu pula silih berjumpa dan juga berkunjung?


ibnu qoyyim mengklasifikasikan ruh jadi 2:

- ruh yang disiksa

- ruh yang bergelimang nikmat

ruh - ruh yang disiksa, tersibukkan oleh siksaan yang dialaminya sampai - sampai tidak pernah silih berjumpa ataupun berkunjung. sebaliknya ruh yang menemukan nikmat, dalam kondisi leluasa tidak ditahan sampai - sampai dapat ke mana aja buat silih berkunjung, terlebih lagi memperbincangkan masa kemudian mereka dikala hidup di dunia.

kemudian, apakah ruh - ruh orang yang wafat dapat berjumpa dengan yang masih hidup?

kata ibnu qoyyim, dapat, lewat mediasi dunia mimpi dikala orang yang masih hidup lagi tidur, silih bicara, ngobrol tentang apa aja, terlebih lagi tentang yang terjalin di dunia, dan juga cerita soal ini amat banyak sekali kita dengar. salah satunya terjalin di era nabi, dirasakan oleh sahabat - sahabat dia.

dikisahkan, 2 teman nabi yang silih bergaul karib, auf bin malik dan juga shab bin jutsamah, keduanya membikin konvensi, bila salah satu dari keduanya wafat duluan, hingga bila dapat, yang wafat wajib tiba di mimpi yang masih hidup.

sebagian waktu setelah itu shab wafat, dan juga ia tiba ke mimpi auf, auf juga melihatnya di mimpi dan juga keduanya mulai berbincang.

" apa yang kau alamiah di situ? " tanya auf.

" diampuni dosa - dosaku, alhamdulillah, " jawab shab. cuma aja auf memandang bintik gelap di leher shab.

" apa ini? " tanya auf.

" oh, ini karena hutangku pada seseorang yahudi, 10 dinar, belum saya bayar, tolong bayarkan, uangnya terdapat di kotak di rumahku, tempatnya di sudut. " kata shab.

" auf, saya beri ketahui kalian, seluruh laporan keluargaku sepeninggalku, seluruhnya hingga padaku, terlebih lagi kucing kami yang barusan mati sebagian hari kemudian, " lanjut shab menutup pertemuan itu.

sehabis itu auf terbangun dengan penuh ketakjuban, dan juga lekas bergegas ke rumah teman - temannya buat meyakinkan apakah mimpi itu benar. sesampai di rumah si teman, nyatanya apa yang dikatakan di mimpi tadi benar. duit 10 dinar pula ditemui di suatu kotak di sudut rumah, dan juga oleh auf diambil buat dibayarkan pada yahudi tadi.

tetapi auf bertanya pada yahudi tadi apa benar shab berhutang padanya 10 dinar dan juga belum pernah dibayar? yahudi tadi membetulkan bila shab berhutang padanya.

sehabis itu auf berulang ke rumah shab, dan juga bertanya pada istri shab, apakah terjalin suatu di rumah ini? istri shab menanggapi, tidak terjalin apa - apa, kecuali kucing yang mati sebagian hari kemudian.

yakin ataupun tidak, berulang ke sahabat. dan juga saya individu pula memiliki cerita senada. usai kakekku wafat, dekat sebagian bulan setelah itu dia tiba ke mimpi babaku, memberitahukan kalau engsel pintu kamar mandi rusak, disuruh lekas membetulkan supaya pintu tidak lepas mengenai cucu - cucunya.

kala bangun, baba masih menyangka itu mimpi biasa, dan juga baba ke kamar mandi serupa biasa, dan juga dikala membuka pintu, nyatanya engselnya terlepas beneran. sehabis itu pintu tadi lekas dibenahi babaku.

oke, saat ini, apa bisa jadi dapat menghadiahkan pahala amal ke orang yang telah wafat?

mengapa tidak? haji atas nama orang wafat (haji badal) aja dapat, yang maksudnya pahalanya tentu buat orang tadi. begitupula amal yang lain misalnya shalat, puasa, umroh, teks quran, sedekah, dan juga doa, seluruhnya dapat dengan hasrat melaksanakan amal - amal itu buat dihadiahkan pada ruh orang yang telah wafat, dan juga pahala itu hingga kepada mereka atas izin allah bagaikan suatu parcel yang amat berharga. tentang ini dipaparkan pula secara rinci dan juga panjang lebar dengan dalil - dalil shahih oleh ibnu qoyyim di kitabnya tadi, " ar - ruh ".

soal ruh benar penuh teka - teki, cuma sedikit pengetahuan kita tentang inti segala makhluk hidup itu. sebagian tentang ruh dari sisi lain sempat pula saya ungkap di salah satu bukuku, " bengkel jiwa " (hasfa publisher, agustus 2011).

(yas - alunaka anir ruh, qul - ir ruh min amri robbi, wa maa utitum minal ilmi illa qolila) mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakan kalau ruh merupakan urusan tuhanku, dan juga kamu tidak diberi pengetahuan tentangnya kecuali sedikit aja. mudah - mudahan dengan sedikit uraian berikut sudah dapat memantapkan kenyakinan kamu jangan hingga kamu turut dalam golongan - golongan yang mengaku - ngaku atas nama islam, mudah - mudahan kita senantiasa senantiasa dikasih anugerah oleh allah swt. wallahu alam.





(sumber: wajibbaca. com)

wdcfawqafwef