Ternyata Orang yang Suka Mengkafirkan Orang Lain Itu Sudah Disebutkan Nabi Muhammad, Ini Haditsnya

telah di informasikan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih berikut ini:

عَنْ حُذَيْفَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ مَا أَتَخَوَّفُ عَلَيْكُمْ رَجُلٌ قَرَأَ الْقُرْآنَ حَتَّى إِذَا رُئِيَتْ بَهْجَتُهُ عَلَيْهِ، وَكَانَ رِدْئاً لِلإِسْلاَمِ، غَيَّرَهُ إِلىَ مَا شَاءَ اللهُ، فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَنَبَذَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ، وَسَعَى عَلىَ جَارِهِ بِالسَّيْفِ، وَرَمَاهُ بِالشِّرْكِ، قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، أَيُّهُمَا أَوْلىَ بِالشِّرْكِ ، الْمَرْمِيُّ أَمِ الرَّامِيْ ؟ قَالَ : بَلِ الرَّامِيْ. (حَدِيْثٌ صَحِيْحٌ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ فِي التَّارِيْخِ الْكَبِيْرِ وَالْبَزَّارُ وَاَبُوْ يَعْلَى الْمَوْصِلِيُّ فِيْ مُسْنَدِهِ وَالطَّحَاوِيُّ فِيْ مُشْكِلِ الْآَثَارِ وَأَبُوْ نُعَيْمٍ فِيْ مَعْرِفَةِ الصَّحَابَةِ وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ)

“hudzaifah radhiyallaahu ‘anhu mengatakan: rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: sebetulnya suatu yg aku takutkan atas kamu merupakan seseorang pria yang membaca al - qur’an, sampai - sampai sehabis dia nampak indah karna al - qur’an dan juga jadi penolong agama islam, dia merubahnya pada apa yang telah jadi kehendak allah. dia membebaskan pribadinya dari al - qur’an, melemparnya ke balik dan juga melanda tetangganya dengan pedang dengan sebab telah syirik. saya bertanya: wahai nabi allah, siapakah di antara keduanya yang lebih berhak menyandang kesyirikan, yang dituduh syirik ataupun yang menuduh? dia menanggapi: malah orang yang menuduh syirik yang lebih berhak menyandang kesyirikan. ”

hadits tersebut diriwayatkan oleh ibnu hibban dalam shahih - nya, (hadits nomor. 81) , abu nu’aim dalam ma’rifat al - shahabah, (hadits nomor. 1747) dan juga al - thahawi dalam musykil al - atsar, (hadits nomor. 725). dishahihkan oleh al - albani, dalam silsilat al - ahadits al - shahihah, (hadits nomor. 3201).

hadits tersebut membagikan pelajaran tentang kalangan takfiri, yang ciri - cirinya merupakan:

membaca al - qur’an. di mari bisa jadi terdapat yang bertanya, bukankah umat islam pula membaca al - qur’an? benar begitu. tetapi iktikad hadits tersebut, kalangan takfiri (gampang meng kafirkan orang islam) ini fokus kajiannya merupakan menghafalkan al - qur’an dan juga bacaannya aja dan juga jadi energi tarik banyak orang, dengan tidak mendalami ilmu agama yang lain, paling utama fiqih akidah, dan menafsirkan (AL) qur an dengan pendapatnya seorang diri.

tidak hanya teks al - qur’an mereka yang jadi energi tarik, mereka juga nampak militan dalam membela islam, melebihi militansi mayoritas orang.

mereka mengkafirkan dan juga mensyirikkan banyak orang, sekalipu para ulama bila tdk sama serupa uraian mereka, disebabkan uraian mereka yang dangkal pada agama. sudah benda tentu, orang yg mudah mengkafirkan teman , hendak lebih mudah membid’ahkan dan juga menyangka sesat banyak orang. bid’ah dan juga sesat, lebih ringan daripada syirik dan juga kafir.

sehabis mensyirikkan dan juga mengkafirkan banyak orang, hingga mereka dengan gampang dan juga yaqin menewaskan umat islam dengan sebab mereka telah kafir dan juga syirik.

sesungguhnya mereka yang lebih layak menemukan label syirik, disebabkan mereka mensyirikkan orang - orang muslim yang tidak syirik.

berusia ini terdapat sekelompok umat islam, yg ajaran pokoknya merupakan mensyirikkan dan juga mengkafirkan umat islam yang lain, kemudian menewaskan dan juga membantai mereka dengan sebab telah kafir tersebut. perihal ini serupa yang dicoba oleh kelompok is dan juga isis, pemeluk setia dan juga penyebar ajaran kitab - kitab syaikh muhammad bin abdul wahhab an - najdi dan juga murid - muridnya. berkaitan dengan lahirnya kelompok teroris - takfiri tersebut.

mudah - mudahan bermanfaat




(sumber: rumah - islam. com)



wdcfawqafwef