Kisah Tukang Tampal Sepatu Menjadi Haji Mabrur

Ibadah haji menggambarkan rukun islam yang kelima. haji menggambarkan ibadah harus untuk tiap orang islam yang sanggup sekali seumur hidup. boleh dikatakan kalau umat islam diyakinkan banyak yang mau berangkat menunaikan ibadah haji. hendak namun belum terdapat keahlian. tetapi banyak pula yang memiliki keahlian sampai - sampai dapat berangkat buat menunaikan ibadah haji.

tiap umat islam yang berangkat menunaikan ibadah haji, tentu keinginannya memperoleh haji yang mabrur. ialah haji yang diterima dari allah swt. ataupun haji yang tidak dikotori oleh dosa, ataupun haji yang diterima allah swt. , yang tidak terdapat riya, tidak terdapat sum’ah tidak rafats dan juga tidak fusuq. bahwa keberangkatan seorang buat haji karna buat gelar ataupun nama baik aja dan juga dengan pengeluaran yang haram, hingga gelar haji mabrur hendak jauh.

tetapi butuh pula di tahu kalau memperoleh haji yang mabrur itu bukan wajib berangkat ke tanah suci buat menunaikan ibadah haji. orang yang tidak jadi berangkat haji juga dapat memperoleh nilai ibadah haji yang mabrur. sebagaimana cerita dibawah ini:

alkisah kala abdullah bin mubarak ra melaksanakan haji, dia tertidur di masjidil haram, dalam tidurnya dia bermimpi memandang 2 orang malaikat turun dari langit. mengatakan seseorang malaikat kepada seseorang lagi:

“berapa ramai orang - orang yang mengerjakan haji pada tahun ini? ” mengatakan malaikat yang seseorang lagi : “enam ratus ribu orang. ”

bertanya malaikat yang bertanya : “antara 600, 000 ribu orang yang berhaji itu berapakah yang diterima haji mereka? ”

mengatakan malaikat yang menanggapi : “di antara 600, 000 ribu itu cuma seseorang aja hajinya diterima, namanya yakni muwaffaq ia tinggal di damsyik. ia merupakan seseorang tukang sepatu, ia tidak mampu berhaji namun hajinya diterima. hingga berkat haji muwaffaq kesemua 600, 000 yang mengerjakan haji diterima. ”

abdullah yang lagi tidur kaget dari tidurnya hingga dengan lekas ia berangkat ke damsyik, sesampai ia di damsyik ia mencari - cari tukang sepatu yang disebutkan dalam mimpinya dan juga kesimpulannya ia mampu mencari rumah tukang sepatu itu. apabila hingga di hadapan pintu rumah tukang sepatu itu, hingga abdullah mengetuk pintu. pintu juga di buka dan juga keluar seseorang lelaki dari dalam.

abdullah bertanya lelaki itu : “siapa nama kerabat? ” mengatakan lelaki itu : “nama aku muwaffaq. ” abdullah bertanya : “tolong terangkan kepadaku amalan apakah yang telah kalian jalani sampai - sampai menggapai darjat yang besar? ”

jawab muwaffaq : “sebenarnya saya mau menunaikan haji, namun oleh karena keadaanku hingga saya tidak mampu menunaikan haji. namun dengan trik tiba - tiba saya menemukan duit 300 dirham dari kerja menampal sepatu, kemudian saya hasrat untukberhaji pada tahun ini. ”

“isteriku pula lagi berbadan dua, sesuatu hari isteriku tercium bau santapan dari rumah tetanggaku dan juga dia mau memakan santapan yang berbau itu (mengidam) , kemudian saya berangkat ke rumah tetanggaku dan juga saya ketuk pintu. setelah itu keluar seseorang perempuan, hingga saya juga beritahu hajat isteriku itu kepadanya. ”

tetanggaku itu mengatakan : “oleh karna kalian tidak ketahui keadaanku hingga saya terpaksa memberitahumu, sesungguhnya kanak - kanak yatim ku sudah 3 hari tidak makan oleh karna itu saya keluar mencari santapan. sewaktu saya mencari santapan, saya berjumpa dengan bangkai himar, hingga saya potong sebahagian dagingnya kemudian saya masak, hingga santapan ini merupakan halal buat kami dan juga haram buat kalian. ”

apabila saya dengar aja perkata perempuan itu hingga saya kembali ke rumah dan juga mengambil 300 dirham yang terdapat padaku kemudian saya bagikan kapada perempuan itu danaku itu kepadanya:

“belanjakan duit ini buat anak - anakmu. dan juga saya mengatakan pada diriku : hajiku di wajah pintu rumah (rumah tetanggaku) hingga kemanakah saya hendak berangkat. ” \

wahai saudara - saudaraku, allah tidak memandang pada harta yang kita miliki namun dia memandang pada hasrat yang suci.

sempat orang bertanya kepada rasulullah saw : “ya rasulullah, tunjukkanlah padaku amal perbuatan yang mana apabila saya amalkan hendak masuk syurga. ”

sabda rasulullah saw : “jadilah kalian orang yang baik. ” orang itu bertanya lagi : “ya rasulullah, gimana saya boleh mengenali kalau saya ini telah berbuat baik? ”

sabda rasulullah saw : “tanyalah pada jiran tetanggamu, bahwa mereka mengatakan kalian baik, hingga baiklah kalian. bahwa mereka berkata kalian kurang baik, hingga buruklah kalian. ”





(sumber: bacaanmadani. com)

wdcfawqafwef