INGAT! Pakaian Istri Adalah Kemuliaan SUAMI

Perihal yang kerap terdengar gak sih? “bawel banget, lu! seperti bini gue! ” katanya sesuatu hari. di lain peluang, dengan bangga ia menghina istrinya seorang diri dan juga menganggapnya bagaikan suatu yang lucu, katanya, “gendut - gendut gitu pula bini gue! gue tidur tidak butuh nyari kasur! ”
ungkapan - ungkapan semacam itu biasa terdengar di keseharian. para suami, ataupun bisa jadi pula istri, dengan enteng menyepelekan pendamping tiap - tiap di hadapan teman . menyebutnya ‘kampungan’, ‘matre’, ‘letoy’, ‘lemot’ ataupun sebutan - sebutan lain yang bernada merendahkan. aku pikir ini bukan tentang selera humor. ini tentang suatu trik pandang.

hingga di mari, menghargai pendamping merupakan pula soal menghargai diri seorang diri. hingga memuliakan dan juga membahagiakan pendamping pula sesungguhnya menggambarkan upaya buat memantaskan diri jadi seorang yang mulia dan juga senang. al - quran tulisan al - baqarah ayat 187 berikan amsal menarik soal peran suami di hadapan istrinya dan peran istri di hadapan suaminya, “…istri - istrimu merupakan baju untuk kalian sekaligus, dan juga kamu merupakan baju untuk mereka. ”

banyak dari kita mengerti ‘pakaian’ sebatas penutup badan, kain yang membungkus rambut/aurat dan juga melindungi kulit dari panas dan juga dingin. namun tidak sering sekali yang memandang ‘pakaian’ suami untuk istrinya, pula kebalikannya, bagaikan lambang harga diri dan juga kemuliaan. aku ingat sesuatu kala emha ainun nadjib sempat menarangkan baju bagaikan ‘akhlak’ ataupun ‘kemuliaan’ manusia yang membedakannya dari fauna. kata cak nun, “kalau engkau tidak yakin, berdirilah di depan pasar dan juga copotlah pakaianmu, hingga engkau [akan] ketiadaan seluruh berbagai harkatmu bagaikan manusia. pakaianlah yang membikin manusia bernama manusia. baju merupakan pegangan nilai, landasan moral, dan juga sistem nilai. ”



bila istri merupakan baju suaminya dan juga suami merupakan baju istrinya, hingga tiap - tiap mereka merupakan lambang kemuliaan untuk yang yang lain. akhlak suami tercermin dari mutu pribadi orang seseorang istri dan juga kemuliaan seseorang istri tercermin dari sikap, perkata, dan juga integritas suaminya. pada titik ini, kita jadi mengerti, kan, kenapa istri butuh berbakti pada suami dan juga suami butuh memuliakan istrinya? karena suami yang merendahkan istrinya merupakan pria yang mengoyak - ngoyak pakaiannya sendiri… dan juga istri yang tidak setia dan juga tidak berbakti pada suaminya merupakan wanita yang menelanjangi kemuliaan sekalian harga pribadinya seorang diri.

berulang pada permasalahan sahabat aku. lalu, apakah mengolok - olok istri di hadapan teman merupakan masalah sepele dan juga urusan ‘selera humor’ belaka? seseorang pria yang merobek - robek pakaiannya seorang diri di depan universal, membiarkan pribadinya telanjang dan juga ketiadaan harga diri, cuma pantas dikasihani!

jadi, ini benar soal trik pandang. begitu aneh bila para suami mau ditatap terhormat di hadapan sahabat dan juga koleganya, namun tidak sempat mengasuh dan juga menghias ‘pakaian’ - nya. betapa mengherankan bila para istri mau tampak menawan dihadapan siapa aja, namun pada dikala seiring tidak memedulikan ‘pakaian’ mereka seorang diri.

kesimpulannya, amat masuk ide bila di penggalan lain al - quran berkata kalau pria yang baik diperuntukkan buat wanita yang baik dan juga wanita tersadu cuma dipersiapkan buat pria tersadu. mereka hendak silih mengasuh ‘pakaian’ tiap - tiap dengan berakhlak baik pada satu sama yang lain. selayaknya baju yang menampilkan kemuliaan, dia bukan semata - mata menempel pada kulit, namun melindungi dari cuaca kurang baik, menutupi aib pada badan, menghiasi diri di hadapan tatap mata dunia.

barangkali inilah saatnya memuliakan pendamping kita, serupa diri yang tiap hari bersolek menjelang pesta… menggunakan baju tersadu yang kita memiliki, berjalan dengan hati - hati menjauhi whatever aja yang dapat mengotorinya, menjaganya, merawatnya, membanggakannya. mulailah dari yang amat simpel, tersenyumlah pada istri ataupun suami kamu, saat ini ataupun sebentar lagi… tatap mereka dengan kerasa bangga, sesekali puji mereka. bila mereka lagi tidak di dekat kamu, ambil kamera dan juga berfotolah. di antara perihal istimewa dalam rumah tangga merupakan dikala seseorang istri tersenyum tulus di hadapan suaminya.


(sumber : wajibbaca. com)

wdcfawqafwef