8 Kiat Menuju Husnul Khatimah

Kematian merupakan kepastian. seluruh yang hidup tentu mati. tetapi, kematian sangat misterius. tidak hanya waktu dan juga trik, keadaan kematian seorang pula sangat tidak tentu. akankah seorang mati dalam kondisi yang baik (husnul khatimah) ataukah meninggalkan dunia dalam keadaan yang kurang baik (suul khatimah).

hingga di antara doa yang dianjurkan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pinta supaya diwafatkan dalam husnul khatimah dan juga dijauhkan dari suul khatimah.

tidak hanya doa, terdapat kita - kiat yang dapat diupayakan guna mencapai husnul khatimah. di antara kiat memperoleh husnul khatimah yakni 8 langkah yang direkomendasikan oleh dokter ‘umar ‘abdul kafi dalamal - wa’dul haq.

tulus terhadap allah ta’ala
senantiasalah meluruskan hasrat dalam hidup. yakni mengabdi kepada allah ta’ala. menjadikan ia bagaikan satu - satu - nya sesembahan dan juga tidak menjadikan suatu juga selain - nya bagaikan sekutu.

lurusnya hasrat menggambarkan ajaran nabi dan juga titik tekan pengajaran para ulama’. dia wajib murni. tanpa kombinasi. karena sedikit juga kekotoran di dalamnya, ianya menjadikan suatu amalan tertolak. tidak memperoleh apa - apa.

begitu, shalatku, ibadahku, hidupku, dan juga matiku cuma buat allah ta’ala, rabb semesta alam.

perbarui niat
hasrat yang terletak di dalam hati tetap berbeda. dia dipengaruhi oleh banyak aspek sampai tidak senantiasa. perbaruilah hasrat. terus menerus. sesering bisa jadi.

jangan sempat letih. jangan sempat bosan.

di antara kiat memperbarui hasrat yakni dengan menuliskan dan juga mengingat - ingat keburukan yang sempat dicoba. setelah itu mereka menghisabnya pada malam hari, tatkala mengarah tempat tidur.

“hisablah diri kamu saat sebelum kamu dihisab, ” demikian ini petuah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh imam at - tirmidzi dari teman mulia ‘umar bin khaththab radhiyallahu ‘anhu.

terus beramal dan juga rendah diri
manusia mempunyai kecenderungan berbuat salah. terlebih lagi teramat kerap sampai sukar dihitung.

tatkala terasa salah, bersikaplah rendah diri di hadapan allah ta’ala. hinakan diri sehina - hinanya di hadapan allah ta’ala yang mahamulia. cuma dengan terasa hina di hadapan - nyalah seseorang hamba hendak dilimpahi kemuliaan.

setelah itu buktikanlah taubat dengan amal shalih. teruslah beramal. beramallah dengan sebaik - baik amalan. jangan perkenankan lalu sedetik juga, kecuali terdapat amal shalih yang dikerjakan.

senantiasalah berposisi dalam keadaan demikian sampai allah ta’ala menaqdirkan kematian untuk kita.

bergegas dalam kebaikan
terburu - buru dan juga menunda asalnya dari setan. sebaliknya bergegas dalam melaksanakan kebaikan ataupun meninggalkan keburukan merupakan salah satu keutamaan untuk orang - orang yang beriman.

abbas mengatakan sebagaimana disebutkan dalam tafsir al - qurthubi, “suatu kebaikan tidak hendak terwujud, kecuali dengan 3 perihal; lekas melaksanakan, menganggapnya kecil, dan juga menutupinya. ”

sehabis bergegas, sebaiknya kita tidak berpuas diri dengan amalan tersebut dan juga menganggapnya bagaikan amalan yang kecil sampai diri tetap melaksanakannya. tidak hanya itu, diajarkan buat menutupi amal. karena yang tersembunyi lebih dekat kepada keikhlasan.

simaklah jejak nabi
inilah sebaik - baik teladan. beliaulah wujud yang tidak disangsikan lagi keshalihannya. dia menggambarkan individu penuh pesona, hidup dan juga matinya dalam kemuliaan. beliaulah wujud yang meninggal dalam kondisi husnul khatimah. hingga kita wajib meneladaninya dalam bermacam aspek kehidupan supaya nanti memperoleh apa yang dia gapai. insya allah.

ingat akhirat
merupakan seseorang bijak yang sempat bertutur, “jika sejenak aja kulupakan akhirat, hati ini jadi rusak. ”

hadirkan akhirat dalam benak. dekatkan cerminan akhirat di dalam benak. senantiasalah berupaya supaya panorama alam akhirat bersemayam di dalam hati. dengan mengingat akhirat dan juga mengupayakan kehidupan abadi di dalamnya, dunia hendak lenyap dan juga tidak bermakna sedikit juga.

perbaiki ketiadaan diri
inilah pekerjaan yang tidak hendak sempat berakhir. inilah pekerjaan utama orang beriman. banyak aktivitas yang tidak sempat menyudahi. membetulkan diri yang benar banyak kekeliruan. diri yang perlu diingatkan terus menerus. tanpa henti.

pegang teguh aqidah islam
senantiasalah berpedoman pada islam dan juga senantiasa berposisi dalam naungannya sampai kematian menjelang. berdoa dan juga berupayalah buat mati dalam kondisi berserah diri kepada allah ta’ala.

dokter ‘umar ‘abdul kafi mengatakan, “lakukan ini tiap waktu, terlebih lagi tiap detik. allah ta’ala mengisahkan wasiat nabi ya’qub ‘alaihis salam dan juga nabi ibrahim kepada anak - anaknya, ‘dan ibrahim telah mewasiatkan kepada anak - anaknya, demikian pula ya’qub. ibrahim mengatakan: hai anak - anakku, sebetulnya allah telah memilah agama ini bagimu. hingga janganlah kalian mati, kecuali dalam memeluk agama islam. ’” (qs. al - baqarah [2]: 132)

wallahu a’lam.




(sumber: kisahikmah. com)

wdcfawqafwef