7 Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua yang Telah Meninggal

Terdapat sesuatu diskusi di era rasulullah. seseorang teman menemui rasulullah dan juga melaporkan penyesalannya kalau sepanjang dan juga bapaknya -  ayah dan juga bundanyadan juga bapaknya ibu dan juga bapaknya masih hidup dia tidak pernah berbuat baik kepada bapak - ibunya. dia saat ini menyesal karna terasa sudah tertutup menurutnya buat berbuat baik kepada bapak - ibunya. mendengar keluhan itu rasulullah melaporkan kalau berbuat baik kepada kedua orangtua terdapat 2 berbagai, ialah kala mereka masih hidup dan juga kala mereka sudah wafat dunia.

terdapat 4 masalah yang mampu dicoba oleh seseorang anak buat berbuat baik ataupun berbakti kepada orang tuanya, ialah: 1) mendoakan keduanya, 2) melindungi tali silaturahmi yang telah dilindungi dan juga dirintis oleh kedua orang tua, 3) melanjutkan kebaikkan yang sepanjang ini dicoba oleh keduanya, dan juga 4) bila membolehkan menziarahi makam keduanya.

penjelasan lebih rinci merupakan serupa penjelasan di dasar ini:

1. mengurus jenazahnya dan juga banyak mendoakan keduanya
perihal ini menggambarkan bakti seseorang anak kepada kedua orang tuanya. menguburkan jenazah orang muslim wajib disegerakan, tidak boleh ditunda - tunda. bisa jadi kita mampu menundanya buat waktu yang tidak sangat lama.

2. beristighfar (memohonkan ampun kepada allah ta’ala) buat mereka berdua
merekalah orang yang amat utama buat didoakan supaya allah ta’ala mengampuni dosa - dosa mereka dan juga menerima amal baik mereka.

3. menunaikan janji dan juga wasiat orang tua
menunaikan janji dan juga wasiat kedua orang tua yang belum terpenuhi semasa hidup mereka yang setimpal dengan syariat, dan juga melanjutkan amal - amal baik yang sempat mereka kerjakan sepanjang hidup mereka. karena, pahala hendak terus mengalir kepada mereka berdua apabila amal baik tersebut dilanjutkan.

4. memuliakan sahabat ataupun teman dekat kedua orang tua
rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sempat bersabda, “sesungguhnya bakti anak yang tersadu merupakan seseorang anak yang menyambung tali persahabatan dengan keluarga sahabat bapaknya sehabis bapaknya meninggal”. (hr. muslim)

5. menyambung tali silaturrahim dengan saudara bunda dan juga ayah
rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “barang siapa yang mau menyambung silaturrahim bapaknya yang terdapat dikuburannya, hingga sambunglah tali silaturrahim dengan saudara - saudara bapaknya sehabis dia meninggal”. (hr. ibnu hibban).

6. mendoakan kedua orangtua
dalam suatu hadist, rasulullah bersabda kalau sebetulnya kala seseorang hamba wafat dunia hingga putuslah seluruh amalnya kecuali: a) ilmu yang berguna, b) amal jariyah, c) anak sholeh yang mendoakan keduanya.

penafsiran anak dalam hadist ini bukan semata - mata anak kandung, namun pula anak tiri, anak angkat, ataupun anak muslim. jadi untuk mereka yang tidak terdapat memiliki anak kandung tidak harus takut. supaya anak itu mendoakan orangtua baik kala hidup ataupun sudah wafat, hingga tentu aja orangtua wajib menunaikan kewajibannya bagaikan orangtua. bukankah kala kita berdoa, kita dianjurkan buat mendoakan diri seorang diri, orangtua dan juga kalangan muslimin.

7. membayarkan hutang - hutang keduanya
hutang merupakan salah satu perihal yang wajib lekas ditunaikan kala kita sanggup membayarkan. tidak boleh ditunda - tunda. oleh karena itu, bila kita mengenali orangtua kita meninggalkan hutang lekas kita melunasinya bila kita sanggup.




(sumber: rumahkeluargaindonesia. com)


wdcfawqafwef