Perjalanan Panjang Rezeki Hingga Sampai ke Tangan Kita

kala santapan terhidang dihadapanmu, bayangkan sebagian tangan yang berjasa membawakan santapan itu untukmu. hingga jangan engkau mencela santapan karna dapat kurangi kenikmatan.

bisa jadi karna kita terbiasa hidup praktis dan juga tinggal gunakan, hingga kita tidak lagi mempunyai kepekaan. mungkinkah karna banyak aktivitas dan juga keadaan modul kita yang berbeda, hingga apabila kita lapar, kita cuma tinggal tekan tombol, dan juga santapan juga telah siap dimakan. perihal ini menampilkan betapa era telah memanjakan kita.

berubah halnya apabila kita ingin merenung sejenak. gimana para petani menebar benih, melindungi dan juga mengasuh sampai benih terus berkembang dan juga tumbuh. mereka senantiasa menjaganya dari bermacam gempuran hama dan juga sebagainya. kala masa panen datang, mereka tanpa tahu letih menuai padi. tidak hirau cahaya matahari yang menusuk, tatap aja dijalaninya.

begitu seterusnya, sehabis melewati para pekerja ataupun buruh yang memanen padi, mengangkat padi ke tempat penjemuran, setelah itu ditumbuk jadi gabah, sampai digiling dan juga jadilah beras.

sehabis jadi beras, mereka hendak menyimpannya di gudang ataupun setelah itu menjualnya ke pasar. setelah itu, berlangsunglah transaksi dengan orang dagang di pasar. saat ini giliran kuli panggul yang berfungsi mengangkut karung - karung beras dan juga sampailah si beras di dapur. sesampainya di dapur, beras wajib melewati beberapa prosesi. beras dicuci dan juga dimasak himgga kesimpulannya jadi nasi. kala matang barulah dihidngkan di hadapan kita.

begitu, pada tiap butir nasi yang kita telan, nyatanya dia telah melewati banyak rentetan yang amat panjang. bila kita mengabaikan perihal tersebut, hingga hendak menampilkan betapa kita tidak lagi berlatih buat bersyukur. apa akibat dari pemahaman kita hendak perihal itu? tentu aja, kita hendak menghormati dan juga menghargai tiap butir nasi yang kita makan. dan juga asal kita ketahui, itu seluruh membikin santapan yang kita santap jadi lebih nikmat.




(sumber: rumahkeluargaindonesia. com)

wdcfawqafwef