Al-Quran Sebagai Petunjuk dan Sumber Kebenaran

dikala keraguan memahami hati manusia. bisa jadi hati itu belum mempunyai pijakan. pijakan yang memantapkan dan juga menopang hati supaya senantiasa berdiri kuat. mengatur tiap fikiran dan juga menggerakan tiap aksi.

berpijak pada petunjuk, mampu membangkitkan diri buat mencapai mimpi sekalian mendapatkan kebaikan dari usaha maupun hasilnya. petunjuk jadi energi penggerak buat berperan, berjuang, bersungguh - sungguh, dan juga berkorban buat menempuh dan mewujudkan cita - cita yang bertabiat moralistik - idealistik.

kemudian apakah petunjuk yang tentu benarnya itu? al - qur’an. allah ta’ala menjamin, alif laam miim, kitab (angkatan laut (AL) quran) ini tidak terdapat keraguan padanya; petunjuk untuk mereka yang bertakwa, (ialah) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan juga menafkahkan sebahagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka. dan juga mereka yang beriman kepada kitab (angkatan laut (AL) quran) yang telah diturunkan kepadamu dan juga kitab - kitab yang telah diturunkan sebelummu, dan mereka percaya hendak terdapatnya (kehidupan) akhirat. (q. s. al - baqarah [2]: 1 - 4)

namun al - qur’an tidak berikan khasiat, bila kita memakainya bagaikan sumber pembenaran atas komentar dan juga kemauan kita, bukan bagaikan sumber kebenaran.

ambilah contoh simpel, dalam al - qur’an, allah swt berfirman, “sesungguhnya allah tidak hendak mengganti nasib sesuatu kalangan kecuali kalangan itu seorang diri yang mengganti apa apa yang pada diri mereka ” (q. s. ar - ra’d [13]: 11). penggalan ayat ini kerap jadi argumentasi mereka yang lagi meyakinkan saudara - saudaranya buat melaksanakan pergantian nasib.

sementara itu, ayat ini sesungguhnya membuktikan kalau pada dasarnya allah ta’ala melimpahkan kebaikan dan juga kemuliaan kepada kita hingga jiwa kita berbeda. bila iman sudah bertukar dengan kekufuran dan juga ketaatan berganti dengan kemaksiatan, hingga allah ‘azza wa jalla hendak mencabut kenikmatan tersebut dari sesuatu kalangan.

contoh simpel ini membuktikan betapa pentingnyakita menghidupkan budaya mengambil petunjuk secara pas. karena, salah dalam mengambil petunjuk - meski sumber petunjuknya benar - akan salah pula aksi yang kita ambil, sampai - sampai akibat berikutnyapun hendak salah.





(sumber: islampos. com)


wdcfawqafwef